TOBOALI - Rumah Sakut Umum Daerah Kabupaten Bangka Selatan mulai menyiapkan diri sebagai rujukan penanggulangan covid-19. Penunjukan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menangani kasus covid-19, terutama di wilayah Bangka Selatan.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto saat menyambangi RSUD Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (18/03/2020). "Oleh karena itu, rumah sakit harus menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung penganggulangan covid-19, mulai dari ruang isolasi dan penunjangnya," jelas Mulyono.
Mulyono menjelaskan mengenai pentingnya menyiapkan ruang isolasi. "Dari 100 kasus positif, 80 persen bergejala ringan dan 20 persen bergejala berat. Jika memang diperlukan, pasien akan dirawat di ruang ICU," tambahnya.
"Yang dikhawatirkan, pasien covid-19 akan mengalami gagal napas sehingga rumah sakit harus menyiapkan ventilator untuk membantu pasien tersebut," jelasnya.
Biasanya, lanjut Mulyono, pasien covid-19 mengalami pembengkakan pada paru-paru atau pneumonia. "Pembengkakan pada paru-paru terjadi karena masuknya kuman sehingga menyebabkan penebalan. Saat dirontgen, gambaran paru-paru tampak putih," jelasnya.
"Inilah yang disebut dengan radang paru-paru. Jika paru-paru menebal, napas menjadi sesak. Jika sesak hingga tidak bisa bernapas, hal ini akan mengakibatkan kematian," jelasnya.
Sementara Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Agus Pranawa menjelaskan bahwa pihak rumah sakit mulai bergerak untuk menyiapkan segala sesuatunya.
"Kami akan menyiapkan ruang terpisah yang memiliki alur terpendek dari jalur masuk sehingga tidak terlalu banyak terpapar dengan pengunjung atau pasien lainnya," jelasnya.
"Kami merencanakan untuk menyiapkan tiga ruang isolasi dengan kapasitas total lima tempat tidur. Kami memanfaatkan ruang Neonatal Intensive Care Unit yang belum digunakan.Ruang sudah ada dan akan dilengkapi dengan alat penunjang seperti ventilator," jelasnya.
Selain ruang isolasi dan penunjangnya, lanjut Agus, kami juga mempersiapkan sumber daya manusia terkait penanganan covid-19. "Kami meningkatkan kompetensi SDM, seperti mengadakan pelatihan dan praktik langsung dalam menangani pasien covid-19 bagi tim medis dan paramedis. Demikian juga dengan tim lainnya, misalnya para surveilans," pungkas Agus.
Selain RSUD Kabupaten Bangka Selatan, gubernur Kepulauan Bangka Belitung menunjuk RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno, RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat, RSUD Eko Maulana Ali Kabupaten Bangka. Rumah sakit rujukan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan adalah RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, RSUD Marsidi Judono Kabupaten Belitung,